Assalamualaikum wr.wb
Masih tentang cerita promilku..
Setelah misskram hampir setahun lalu, ternyata sulit untuk bisa pregnant lagiπ
Butuh extra effort.. dikarnakan kondisi hormonalku yang memang agak sedikit sensitif..hikss..hikss..
Tapi sy dan suami gak pernah putus asa, keepin usaha dan keeypin tawakkal..πππ
Kali ini mau cerita dikit tentang pengalaman promil yang sedang saya jalani. Setelah sempat beberapa kali ganti dokter kandungan di kendari, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba tingkatan yang lebih tinggi dikit, inseminasi. Mendengar kata inseminasi orang2 selalu berpikir kalo itu bayi tabung, bukan guys. Inseminasi itu tindakan medis untuk membantu proses reproduksi dengan cara memasukkan sperma kedalam rahim melalui kateter. Jadi sebenarnya proses inseminasi sendiri hanya bertujuan untuk membantu sperma biar bisa nyampe ovum lebih cepat tanpa harus berenang terlalu jauh, hehehhe. Jadi proses pembuahannya tetep di dalam. Beda kalo bayi tabung, sperma sama ovumnya dibuahin di luar, trus kalo pembuahan uda jadi, baru dimasukin ke rahimnya. Jadi beda ya guys.. jangan sampai salah lagi.. πππ
Ok lanjut tentang pengalamanku yang mencoba untuk inseminasi. Saya dan suami sepakat untuk coba insem dan pilihan kami jatuh pada Prof.Dr.dr.Nusratuddin,Sp.OG.,KFER, ini juga atas rekomendasi dari beberapa dokter obgyn di kendari. Beliau prakteknya di Rs Awal Bros Makasar. Bulan lalu, tepatnya bulan Oktober 2016, kami melakulan konsul untuk pertama kali di dr.Nusrat. Cerita2 dikit, trus dokter minta untuk baring ke ranjang ginekologi, trus di usg transV. Gak kaget, soalnya sebelumnya udah pernah, tapi walopun gitu tetep aja rasanya gak nyaman, hehehe.. Ovumku di cek, kanan dan kiri. waktu itu dihari ke 8 dari HPHTku yang tanggal 19 Oktober 2016. Ternyata ada ovum yang lagi sementara berkembang, ukurannya 15mm. memang masih kecil, tapi dokter optimis masih bisa dibuahi alami.
Pada saat itu, dr.Nusrat belum mau insem, dikarnakan ovumnya yang memang ukurannya belum memenuhi, dan karna yang akan matang hanya 1. Justt for information, standar untuk melakulan inseminasi biasanya ukuran ovum >20mm dan harus 2 atau lebih ovum dengan ukuran segitu, tujuannya memang supaya kemungkinan keberhasilan lebih gede. Jadilah pada saat itu, aku belum bisa insem, dikasi bekal obat dulu, Blasifen 1x2, diminum pada hari ke3-ke7 haid berikutnya. dan diberi bekal vitamin buat suami, dan beberapa obat untuk keputihan, dan diajarin juga posisi ML yang tepat. mungkin karna dokternya masih optimis hamil normal krn ovumnya cukup mumpunilah yah.hehehe
Sebulan berikutnya, setelah minum blasifen 1x2 pada hari ke3-ke7 haid, tepatnya dihari ke 12 haid dihitung dari HPHTku (saat itu M nya dateng tanggal 12 November 2016) dan aku kontrolnya ditanggal 23 Nov 2016, aku datang kembali ke dr.Nusrat buat usg transV kembali untuk ngeliat kondisi ovumku apakah sudah bisa untuk insem ato belum.. Taraaaa... ternyata,, kecewa guys.. Ukuran ovumnya mengecilπππ yang sebelumnya 15mm tanpa obat, jadi 11mm dengan Blasifen.. Whats wrong?? kok bisa?? kok minum obat malah ovumnya tambah kecil? ππ (pertanyanku dalam hati,π©π©π©). Trus aku nanya ke dokter, kok bisa? dr.Nusrat hanya bilang multifaktorial. bisa pengaruh aktifitas, makanan dan yang lainnya. Setelah dipikir2, ternyata memang bulan November ini jadwal kegiatanku padat merayap, makan gak teratur, olahraga juga gak,,πππ. Mungkin itu penyebabnya knp ovumnya kecil walo sudah dapat blasifen. Akhirnya dgn kecewa juga dr.Nusrat bilang kalo belum bisa insemπ©. Kali ini dikasi bekal lebih banyak, diminta untuk pengobatan jangka panjang, yakni 2 bulan, atau 2 siklus haid. Bekal kalo kali ini dibeli Diane-35, 21 biji, regumen 20 biji dan Blasifen kembali.. Perawatnya yang ramah telah menjelaskan bagaimana penggunaan obat2 ini. Kami manut aja dan berharap itulah yang terbaik.
Kami tetap optimis, miracles will be come in time. Because Allah knows best.. πππ
Sekedar info tambahan, biaya konsul dr.Nusrat IDR 285k, obat2an Diane, regumen, dan blasifen IDR 305k. Jadi untuk konsul ke 2 ini biaya yang kami keluarkan IDR 590k belum termasuk biaya tiket kami berdua bolak balik Kendari-Makasar πππ heheheh..
tapi gak papa, demi baby insyAllah kami siap..ππ